A. Nilai Negatif Perilaku Tercela dalam Pergaulan Remaja
a. Bertentangan dengan Nilai-Nilai Ajaran Agama
Kekerasan dan tawuran antar pelajar, bahkan antar mahasiswa ataupun antar kelompok masyarakat, juga tidak jarang kita jumpai beritanya. Perilaku reaktif dan emosional secara berlebihan, yang adakala hanya dipicu oleh hal-hal sepele; amuk massa secara beringas melawan pegawapemerintah, atau unjuk rasa yang berbuntut sikap anarkis sering kita saksikan beritanya. Perilaku tersebut jelas bertentangan njlai-nilai fatwa agama.
b. Hilangnya Budaya Malu
Hadirnya kecanggihan teknologi dan isu membawa imbas nyata dan negatif secara bersamaan. Hal ini menimbulkan pergeseran nilai budaya suatu masyarakat, diantaranya yakni hilangnya budaya aib. Dan dalam pandangan Islam, hilangnya rasa aib menimbulkan seseorang gampang berbuat maksiat.
Remaja yang mempunyai rasa aib jikalau melaksanakan kesalahan maka orang merasa martabat atau harga dirinya akan jatuh. Orang sangat menjunjung harga dirinya sehingga apa saja yang mampu merusak martabatnya sebagai manusia akan disingkiri atau disembunyikan. Hal ini tentu berbeda dengan cukup umur yang kehilangan budaya aib, mereka cenderung bangga dengan sikap tercela yang telah dia lakukan dan bahkan merasa apa yang diperbuat dianggapnya sebagai kenenaran.
c. Menimbulkan Masalah Kesehatan
Dampak pemakaian Narkoba sangatlah luar biasa. Berbagai duduk perkara multidimensi pun bermunculan, mulai bidang kesehatan, sosial, kriminal, sampai ekonomi. Di sektor kesehatan, contohnya, beberapa penyakit seperti hepatitis dan HIV/AIDS merupakan buah dari penyalahgunaan Narkoba. Sedang efek minuman keras bagi yang mengkonsumsinya ialah mabuk, sehingga dapat mengakibatkan cedera dan akhir hayat. Penurunan kesadaran seperti koma dapat terjadi pada keracunan alkohol yang berat demikian juga henti nafas dan maut.
B. Menghindari Perilaku Tercela dalam Pergaulan Remaja
a. Meningkatkan Kadar Iman dan Amal Sholeh
Menaruh doktrin secara lapang dada kepada Allah Swt menimbulkan manusia sebagai sosok insan yang memiliki visi dalam hidup. Dimana visi ini selalu akan diperjuangkannya dengan segenap perjuangan dan kerja keras sebagai rasa kepeduliannya terhadap kemaslahatan semua orang yang ada disekitarnya.
b. Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Etika Bergaul
Manusia yaitu mahluk yang tidak bisa hidup menyendiri atau terisolasi dari kehidupan sosial. Manusia mutlak membutuhkan satu sama lainnya untuk survive (bertahan hidup). Dan dalam hukum interaksi sosial, manusia yang paling bisa survive dan meraih kebahagiaan bekerjsama yakni manusia yang mampu menempatkan dirinya secara bijak dan proporsional sesuai dengan tuntunan budpekerti serta ahlak yang baik.
c. Mengatur Waktu dengan Baik
Al-Qur'an mengecam secara tegas orang-orang yang mengisi waktunya dengan bermain tanpa tujuan tertentu seperti kanak-kanak. Atau melengahkan sesuatu yang lebih penting mirip sebagian cukup umur, sekadar mengisinya dengan mengkonsumsi minuman keras, Narkoba, malas, dan sebagainya.
Agar hidup remaja mempunyai nilai dan manfaat, Al-Qur'an memberi petunjuk untuk memanfaatkan waktu dengan sistem administrasi yang mampu dukur dengan standar pencapaian sesuai dengan kapasitas diri, bahkan dituntunnya umat akil balig cukup akal untuk mengisi seluruh waktunya dengan banyak sekali amal dengan mempergunakan semua daya yang dimilikinya.